Jangan Mau Diperbudak Teknologi, Yuk Merdeka dengan Teknologi!

Masih dengan suasana dan nuansa hari kemerdekaan, jadi tidak afdhol rasanya jika saya tidak ikut berpartisipasi dalam hal menyumbang untaian huruf demi huruf untuk Indonesia yang lebih baik. Selamat membaca! Merdekaaa....

Dalam buku The New Digital Age, Eric Schmidt mengatakan dunia saat ini terbagi dua. Ada yang disebut dunia nyata, dan ada yang disebut dunia maya. Tidak hanya para perusahaan yang memiliki kantor yang akan membangun rumah di dunia maya, namun sekarang semua orang -apapun profesinya, jabatan, daerahnya- dapat membuat rumah di dunia maya dengan kecanggihan teknologi. Kemudahan dalam akses teknologi komunikasi menjadikan sebuah peluang dan juga bisa pula menjadi awal kehancuran.

Disaat bangsa ini sudah berumur 72 tahun, rasanya kita harus berkontemplasi lagi tentang apa yang terjadi saat ini. Terlebih tentang penggunaan teknologi yang semakin sulit terkendali menjadikan manusia menjadi lupa diri. Bisa dilihat bagaimana fenomena derasnya penyebaran berita hoax yang mewarnai pelbagai media sosial kita dewasa ini. Seolah-olah timeline media sosial berisi berita sampah dan tidak berfaedah. Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahnya warganet dalam hal ini. Para penyebar berita hoax tentu tidak mungin terus-terusan memanfaatkan situasi ini jika warganet sudah teredukasi dalam hal internet dan penggunaan teknologi informasi.

Tidak hanya penyebaran berita hoax, namun juga kata-kata hate speech dan pornografi padat menghiasi komentar-komentar di media sosial. Ditambah, perang meme, adu copas informasi sana-sini, saling mem-bully, black campaign adalah beberapa hal yang lumrah saya temui, terlebih di Facebook dan Line. Begitu parah nggak sih?

Sampai disini, rasanya dapat simpulkan bahwa Indonesia agaknya masih jauh dari kata merdeka teknologi. Namun bukan berarti tidak mungkin. Masyarakat Indonesia masih bisa merdeka dengan teknologi asal mereka menggunakan teknologi itu untuk hal-hal yang bermanfaat dan untuk kemaslahatan bersama. Dengan demikian kecanggihan teknologi juga diimbangi dengan kecanggihan akhlak dalam menggunakan teknologi itu sendiri.

Lantas, bagaimana merdeka dengan teknologi? Mau-mau tidak kalian harus turut aktif dalam mewujudkan iklim teknologi komunikasi yang sehat. Ikut bagian dalam menyebarkan informasi yang memang berfaedah bukan sekedar hoax atau mencari sensasi. Nah, citizen jornalisme adalah jawabannya.

merdeka dengan teknologi

Citizen Journalisme: Menjadi Warga Yang Tak Biasa

Citizen journalisme atau jurnalisme warga memang sudah tidak asing ditelinga kita. Secara sederhana, jurnalisme warga ini membuka kesempatan bagi semua orang untuk menjadi jurnalisme dengan mengabarkan dan menginformasi informasi kepada publik sekalipun tidak ada background jurnalis. Slogannya, dari warga untuk warga oleh warga. Disini peran aktif masyarakat dibutuhkan sebagai input dalam mewujudkan media Indonesia yang sehat dan bebas dari keberpihakan.

Menjadi citizen journalisme memang tidak harus dibekali dengan kemampuan broadcasting yang mumpuni atau skill fotograsi kelas dewa. Tak perlu juga harus membeli kamera bermerk mahal. Esensi dari jurnalisme warga adalah mengabarkan informasi kepada publik secara netral, jujur, informatif dan berimbang. Dengan menggunakan kamera smartphone, kalian sudah dapat menjadi jurnalisme warga. Tidak harus dengan teknik pengambilan gambar yang ribet dan kompleks namun yang utama adalah bisa dilihat dan pantas untuk dipublikasikan.

gang dolly jurnalis
Screenshot artikel jurnalisme warga yang saya terbitkan

Ketika sudah bisa membuat sebuah liputan, entah itu liputan berbentuk video, foto atau tulisan maka tentu butuh media untuk menampung atau mempublikasinnya. Dalam ranah audio visual, kalian bisa memanfaatkan media televisi yang memang sangat welcome terhadap citizen journalisme. Seperti NET TV, Metro TV, SCTV, dan masih banyak lagi. Bahkan jika karya kalian ditayangkan maka akan mendapatkan reward dari stasiun televisi tersebut.

Saya pun juga punya sedikit pengalaman menjadi jurnalisme warga. Berawal dari desakan tugas kuliah "jurnalisme damai" membuat saya harus mencari informasi menarik yang punya news value. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Gang Dolly. Dalam berita yang saya buat, saya mencoba untuk membuat persepsi bahwa meskipun pendapatan masyarakat sekitar gang dolly tak banyak seperti sebelum penutupan, namun ada sisi keberkahan dan ketenangan yang didapat dari masyarakat.

Dari pengalaman saya menjadi jurnalis warga, maka saya menjadi sadar bahwa kekuatan media itu sangat besar. Media have a big power! Seperti yang saya lakukan, jika kalian ingin mandiri dalam menjadi citizen journlisme, maka langkah yang mudah dapat kalian lakukan adalah membuat sebuah website / blogger. Perlu diperhatikan, jika orientasinya ke publik sudah pasti blog ini berbeda dengan blog pribadi / personal blogging. Cara membuat website memang terlihat sulit bagi pemula, namun bukan berarti menjadi alasan untuk enggan belajar.

Mengapa membuat website profesional dibutuhkan bagi seoarang jurnalisme warga? Tentu itu ada kaitannya dengan kredibilitas, kesan dan citra. Bayangkan jika kalian mempunyai sebuah blog yang dari tampilan kurang menarik, navigasi sulit dan fitur yang belum komplit, maka sulit untuk dipercaya pembaca, ya kan?

Tidak usah khawatir tentang dimana tempat kursus membuat website yang berkualitas dan bersertifikat resmi. Saya sudah punya rekomendasi terbaik yakni Dumet School. Sudah pada kenal kan? Bener, Dumet School adalah tempat kursus mulai dari web master, web programing, digital marketing hingga graphic design. Jadi, kalian nanti bakal diberikan materi bagaimana sih cara membuat website  yang tidak hanya menarik tapi juga punya banyak pengunjung (visitor).

Apa yang membedakan Dumet School dengan tempat kursus yang lain?

Bukannya masih banyak tempat belajar membuat diluar sana? Nah, memang sih banyak diluar sana tempat kursus, tapi yang kualitasnya udah terjamin plus dapat sertifikat dengan nomor izin diknas, jawabannya ya Dumet School.

Jadwal Fleksibel

Anda bebas memilih jam kursus sendiri.

Semi Private

Satu muridpun belajar di kelas tetap dimulai.

Sampai Bisa

Periode kursus tidak dibatasi oleh waktu.

Gratis Konsultasi

Setelah luluspun akan disupport seumur hidup.

Empat hal diatas dijamin akan sulit kalian temukan di tempat lain. Lantas, kalau daftar kursus bakal dapat apa aja? Banyak banget. Mulai dari materi kursus hingga sertifikat web master yang disertai nomor DIKNAS. Jadi, bukan sertifikat abal-abal ya!

Materi Lengkap

8 kelas pembelajaran yaitu HTML & CSS, Bootstrap, jQuery Plugin, Javascript & jQuery, Photoshop, PHP & MySQL, Object-oriented programming (OOP), dan PHP Framework *

Akses Belajar

Akses untuk belajar di DUMET School sepuasnya sampai BISA dan memiliki hasil karya

Akses ke ILab

Akses ke iLab (sistem pembelajaran yang bisa anda akses dimanapun dan kapanpun)

Boleh Reseat

Bisa reseat (mengulang kelas) sepuasnya

Full Support

Disupport seumur hidup dan gratis konsultasi selamanya

Dapat Sertifikat

Sertifikat Web Master dengan No. DIKNAS

Tidak hanya orang Indonesia loh yang belajar di Dumet School. Dalam video disamping, ada WN Malaysia yakni Among Jingga yang kursus website di Dumet School. 

Itu menjadi bukti bahwa Dumet School memang sudah kredibel, berpengalaman dan profesional dalam memberikan kursus. Sampai-sampai orang malaysia aja sampai datang ke Indonesia. Masa kamu yang orang Indonesia malah diam saja? Jangan mau kalah sama negara tetangga!

Testimonial Murid Web Master

Sudah lebih dari 3000 orang dari sekolah, universitas, instansi pemerintah dan perusahaan ternama bergabung dengan Dumet School. Masalah bukti? Kalian bisa baca testimoni dibawah ini:

Berikut juga karya-karya luar biasa yang telah dihasilkan berkat bimbingan dari Dumet School. Meskipun dari berbagai latar belakang yang berbeda sekalipun tanpa basic IT nyatanya mereka mampu membuat website sendiri. Terlihat profesional, elegant dan user friendly. Kalian kapan bisa bikin website seperti ini?

Berapa Harga Kursus Di Dumet School?

Setelah baca testimoni dan lihat karya-karya website anak Dumet School, pasti kalian pengen mengikuti jejak mereka. Nah, makanya disini saya paparkan juga harga kursus di Dumet School. Terdiri dan tiga:

PREMIUM
PRO
ULTIMATE
dumet

Bagaimana mau nyoba-nyoba dulu?
Daftarkan diri anda untuk mendapatkan tiket kelas gratis.

Atau hubungi ke 021-2941-1188 atau email ke infodumetschool.com

Lokasi Dumet School Dimana sih?

Jadi tunggu apa lagi, yuks segera berbondong-bondong datang ke alamat Dumet yang ada di sekitar daerahmu:

KELAPA GADING

Rukan Artha Gading Niaga Blok i – 23, Jalan Boulevard Artha Gading
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
(Belakang Mall Artha Gading)
Telp: (021) 4585-0387

SRENGSENG

Ruko Permata Regensi Blok B – 18, Jalan Haji Kelik
Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11630
(Depan Hutan Kota Srengseng)
Telp: (021) 5890-8355

GROGOL

Ruko Jalan Taman Daan Mogot Raya No. 23
Kel. Tanjung Duren Utara Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat 11470
(Belakang Mall Citraland dan Kampus UNTAR II)
Telp: (021) 2941-1188

DEPOK

Ruko Jalan Kartini Raya No. 53
Pancoran Mas, Depok 16436
(± 5 Menit dari Kantor Walikota Depok)
Telp: (021) 7720-7657

TEBET

Rukan Crown Palace Blok A no 12, Jl Prof Dr Soepomo no 231 (Samping Universitas Sahid). Kec. Tebet, Kel. Menteng Dalam
(± 1 Menit dari Tugu Pancoran)
Jakarta Selatan 12870
Telp: (021) 2298-3886

INFORMASI LEBIH LANJUT

Buka setiap hari Senin – Minggu jam 09.00 s/d 21.00 atau hubungi Info@dumetschool.com

Merdeka dengan teknologi itu kalau kita mampu mengendalikan teknologi itu sendiri. Selama itu belum mampu, maka teknologi akan semakin liar dan memperbudak manusia itu sendiri. Indonesia memang telah merdeka dari penjajahan, namun masih perlu bekerja keras untuk merdeka dari teknologi. Sudah ada titik terang kemerdekaan teknologi, tinggal butuh upaya lagi supaya benar-benar merdeka dari Teknologi.

Tunggu apalagi, mari merdeka dari teknologi bersama Dumet School! Melawan kebodohan teknologi menjadi manusia yang cerdas, cakap dan kapabel dalam teknologi.

Merdekaaa !!!!

Temukan Dumet School di media sosial:

LEAVE A REPLY